Showing posts with label BIOLOGI KELAS X. Show all posts
Showing posts with label BIOLOGI KELAS X. Show all posts

Sunday, January 12, 2020

KINGDOM FUNGI

Berikut ini disajikan bahan belajar dalam bentuk materi power point (Ppt.) dari kingdom fungi yang dalam kehidupan kita sering disebut sebagai jamur atau cendawan. Selamat mempelajari materi, semoga bermanfaat.


Untuk melihat dan mendownload materi
 silahkan klik di sini 

Saturday, August 24, 2019

Kisi-kisi Kuis Harian Keanekaragaman Hayati

Silahkan diskusi dan jawab pertanyaan di bawah ini melalui kolom komentar!

1. Di suatu daerah perkebunan ditemukan kacang hijau, bayam, tomat, pohon aren, pohon kelapa, pohon pisang, lalat buah, semut dan cacing tanah. Mencerminkan ditingkat apakah keanekaragaman hayati di kebun tersebut? 
a. Gen
b. Spesies
c. Ekosistem
d. Bioma
e. Biosfer

2. (UN 2011) pengelompokan organisme dapat dilakukan dari keanekaragaman di tingkat gen dan keanekaragaman di tingkat spesies. Tanaman berikut yang menunjukkan keanekaragaman di tingkat gen adalah...
a. Melon, mentimun, semangka
b. Sirsak, srikaya, mangga
c. Jahe, temu ireng, temu lawak
d. Bunga mawar, bunga melati, bunga kenanga
e. Kelapa gading, kelapa hibrid, kelapa hijau

Wednesday, August 21, 2019

KEANEKARAGAMAN HAYATI PART 3

Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Manfaat bidang pangan
Sebagian besar penduduk Indonesia mengonsumsi beras sebagai sumber makanan pokoknya. Beberapa daerah lainnya memanfaatkan jagung, sagu sebagai sumber karbohidratnya. Sumber daya hayati yang juga dapat dimanfaatkan sebagai pangan yakni buah-buahan, rempah, sayuran.
Sumber protein murah di Indonesia berasal dari bidang perikanan, yang didapat dari penangkapan ikan di laut zona ekonomi eksklusif (200 mil). Budidaya lele, udang bandeng.

Manfaat bidang sandang Papan
Keanekaragaman hayati juga dimanfaatkan sebagai bahan sandang yakni berupa tanaman kapas, ulat sutera, kulit domba/kambing, kulit kayu, bulu-bulu burung, sika (Legenaria siceraria) untuk membuat koteka,  dan juga kerang dan tulang-tulang hewan sebagai asesoris.
Sebagai bahan papan, memanfaatkan papan dari tumbuh-tumbuhan berkayu seperti kayu jati, pohon kelapa, meranti, daun lontar dan alang-alang untuk bangunan, atap dan peralatan rumah.

Manfaat bidang Pengobatan dan Kosmetik
Indonesia memiliki 940 spesies tanaman obat, tetapi hanya 120 spesies yang termasuk dalam daftar obat-obatan. Masyarakat pulau Lombok mengenal 19 spesies tumbuhan sebagai obat kontrasepsi. Masyarakat jawa mengenal paling sedikit 77 spesies tanaman obat yang dapat diramu untuk pengobatan segala penyakit. Masyarakat Rejang Lebong, Bengkulu mengenal 71 spesies tanaman obat. Untuk obat malaria mereka juga menggunakan sepuluh spesies tumbuhan yang dua diantaranya yakni Peronema canescens dan Brucea javanica yang merupakan tanaman langka. Di Jawa Timur dan Madura,  dikenal 57 macam jamu tradisional untuk ternak yang menggunakan 44 spesies tumbuhan (menggunakan Curcuma).
Potensi keanekaragaman hayati sebagai kosmetik tradisional telah lama di kenal, penggunaan bunga cendana, kenanga, melati, mawar dan kemuning sering digunakan masyarakat jawa untuk wewangian. Kemuning yang mengandung zat penyamak digunakan sebagai bahan dasar lulur (Yogyakarta). Tanaman pacar air digunakan sebagai cat kuku, ramuan magkokan, pandan, melati dan minyak kelapa untuk pelemas rambut.

Keanekaragaman Hayati sebagai Sumber Budaya
Indonesia memiliki sekitar 350 suku dengan keanekaragaman agama, kepercayaan dan adat istiadat. Dalam acara keagamaan atau adat banyak digunakan keanekaragaman hayati. Misalnya, Sapi dan kambing digunakan umat Islam setiap hari raya Qurban, pohon cemara digunakan umat kristen ketika natal, bambu kuning dan beringin dipercaya sebagai pengusir roh jahat oleh suku jawa, upacara ngaben di Bali menggunakan 39 spesies tumbuhan yang tergolong sebagai penghasil minyak atsiri dan bau harum seperti kenanga, melati, cempaka, pandan, sirih dan cendana.

Hilangnya Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman gen, spesies dan ekosistem di Indonesia dan dunia mengalami pengurangan hingga ke tingkat kepunahan. Kepunahan spesies diperkirakan rata-rata mencapai ratusan ribu spesies setiap tahun. Berkurangnya keanekaragaman hayatimenunjukkan ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia dan kapasitas alam. Penyebabnya yakni;

Fragmentasi dan Hilangnya habitat
Pada ekosistem air tawar pembuatan bendungan merusak sebagian besar habitat sungai. pada ekosistem laut, pembangunan daerah pinggir pantai telah menghilangkan komunitas terumbu karang. Hutan tropis, penyebab utama kehilangan hutan karena pembukaan ladang maupun penebangan hutan untuk pembuatan tisu, kertas, pensil maupun bahan bangunan.

Introduksi Spesies
Introduksi spesies adalah suatu upaya mendatangkan spesies asing ke suatu wilayah yang telah memiliki spesies lokal. Contohnya: penggunaan padi unggul yang telah menyebabkan punahnya padi tradisional.

Eksploitasi Berlebih pada Spesies Hewan dan Tumbuhan
Sejumlah sumber daya hutan, perikanan dan kehidupan liar dieksploitasi habis-habisan bahkan sampai ke titik kepunahan karena kebutuhan pangan dan ketamakan manusia. Contoh: badak jawa, badak sumatera yang terus diburu hingga ke titik kepunahan.

Pencemaran Tanah, Air dan Udara
Contohnya: mikroorganisme telah banyak mati akibat pencemaran dari limbah logam berat perindustrian dan pertanian.

Perubahan Iklim Global
Evek samping pencemaran udara adalah efek rumah kaca, yang pada akhirnya  es di kutub mencair sehingga permukaan air laut terus naik sehingga fauna di dalamnya akan tenggelam

Konservasi (Upaya Pelestarian)  Keanekaragaman Hayati

Undang-undang No. 23 tahun 1997 tentang pengelolaan lingkup hidup. Azas yang digunakan dalam pengelolaan lingkungan hidup adalah azas tanggung jawab, berkelanjutan dan bermanfaat.

Pembentukan kawasan konservasi yang terdiri dari 180 cagar alam, 72 suaka margasatwa, 70 taman wisata, 13 taman buru, 17 taman nasional, 3 taman hutan raya, serta 13 taman laut.

Pelestarian keanekaragaman secara in situ dan ex situ. In situ adalah upaya pelestarian langsung di alam. Contohnya : cagar alam Kerinci Seblat dan Gunung Leuser di Sumatera, cagar alam Pulau Komodo di Nusatenggara Timur. Ex situ adalah upaya upaya pelestarian dengan cara penangkaran yang dilakukan bukan di habitat asli suatu makhluk hidup. Contoh: penagkaran hewan langka/ memiliki nilai ekonomis tinggi seperti badak, jalak bali, rusa timur. Tempat pencagarannya misalnya: kebun raya, kebun binatang dan taman safari. Pelestarian plasma nutfah juga dilakukan secara in situ dan ex situ. Pemuliaan tersebut  saat ini ditujukan pada tanaman budidaya seperti padi, anggrek.


Untuk melihat contoh soal tentang materi ini silahkan klik di sini

Tuesday, August 20, 2019

KEANEKARAGAMAN HAYATI PART 2


Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Indonesia memiliki keanekaragaman spesies yang tinggi. Taksiran jumlah spesies kelompok utama makhluk hidup yang ada di Indonesia adalah sebagai berikut: hewan menyusui 300 spesies, burung 7.500 spesies, reptil 2000 spesies, tumbuhan berbiji 25.000 spesies, tumbuhan paku-pakuan 1.250 spesies, lumut 7.500 spesies, ganggang 7.800 spesies, jamur 72.000 spesies, bakteri dan ganggang hijau biru 300 spesies. Beberapa pulau di Indonesia memiliki spesies ENDEMIK. Endemik adalah spesies lokal, unik  dan hanya ditemukan di pulau tertentu. Di Indonesia spesies endemik tersebut ditemukan di Pulau Sulawesi, Papua dan Kepulauan Mentawai (65%  fauna merupakan primata endemik).

FAUNA DI INDONESIA
Penyebaran fauna di Indonesia berkaitan dengan letak Indonesia, sebelah barat  yaitu di kawasan oriental (benua Asia) dan sebelah timur yaitu kawasan Australia (benua Australia). Namun, karena Indonesia terdiri dari deretan pulau yang berdekatan, migrasi Fauna antar-pulau memberi peluang tercampurnya unsur dari dua kelompok kawasan tersebut. Pencampuran ini mengaburkan batas antara kawasan oriental dan kawasan Australis.

Konsep penting dalam penyebaran fauna di Indonesia karena adanya 2 garis yakni:
1.      Garis Wallace
Garis Wallace adalah garis yang memisahkan jenis fauna Indonesia bagian barat dengan bagian tengah. Penemunya adalah ahli zoologi berkebangsaan Inggri lfred Rusell Wallace, Beliau mengunjungi Pulau Bali dan Lombok. Beliau menyimpulkan bahwa burung-burung yang dijumpai di Lombok tidak dapat dijumpai di Bali atau pulau-pulau di daerah Barat padahal selat yang memisahkan Bali dan Lombok hanya 24 km (2 jam perjalanan). Oleh sebab itu, Wallace membuat garis pemisah abstrak yang memanjang mulai dari selat Lombok ke Utara hingga melewati Sulawesi.
2.      Garis Weber
Garis weber merupakan garis yang memisahkan jenis fauna Indonesia bagian timur dan tengah. Penemunya adalah Weber seorang ahli zoologi berkebangsaan Jerman. Beliau melakukan pengamatan kekhasan hewan-hewan di bagian barat dan timur. Kemudian membuat garis abstrak yang berada di timur Sulawesi memanjang ke utara hingga ke kepulauan Aru.




Berdasarkan garis pemisah Fauna Wallace dan Weber, Indonesia dibagi atas tiga wilayah fauna yakni a)Fauna tipe Asiatis, b)Fauna tipe Peralihan dan c)Fauna tipe Australis

a)Fauna tipe Asiatis --> wilayah bagian barat
Mencakup fauna di wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Bali. Karakteristik faunanya adalah banyak terdapat jenis hewan menyusui yang berukuran besar serta berbagai macam kera dan ikan air tawar. Jarang ditemukan burung bewarna. Contoh fauna yang ditemukan adalah proboscis, orang-utan, badak bercula satu, beruang matahari, babi hutan, bebek pohon, burung heron, gajah dan burung merak.
Gajah

Orang utan


b)Fauna tipe Peralihan (Australia-Asiatik) Wilayah bagian Tengah
Mencakup Fauna yang berada di Sulawwsi dan Kepulauan Nusa Tenggara. Karakteristiknya adalah hewan di daerah ini mirip dengan tipe Asia dan tipe Australia. Contohnya: babirusa, beruang, kaskus, anoa, kuda, kaskus kerdil dan komodo.

Babirusa

Anoa


c)Fauna tipe Australis wilayah Timur
Mencakup fauna yang ada di wilayah Papua dan kepulauan Aru. Karakteristiknya banyak terdapat jenis hewan menyusui yang berukuran kecil dan jenis hewan berkantung, tidak ada jenis kera, sedikit jenis ikan air tawar dan banyak jenis burung berwarna. Contohnya: kangguru pohon, kaskus bertutul, walabi, landak pemakan semut, burung cendrawasih, burung kasuari, burung pelikan Australia, burung betet, burung Merpati bermahkota dan burung kakatua.

Kakatua


FLORA DI INDONESIA
Penyebaran flora Indonesia menurut Dr. Sampurno Kadarsan ahli botani Indonesia, termasuk dalam kawasan Malesiana. Secara umum, Indonesia memiliki dua dari lima bioma yakni bioma hutan hujan tropis dan bioma savana di dalamnya terdapat 10% dari jenis tumbuhan yang  ada di dunia.

Contohnya:
-->Daerah hutan hujan tropis --> Sumatera, Kalimantan, Papua, Sulawesi dan sedikit Jawa Barat (bagian selatan. Cirinya hutan lebat, heterogen dan lembap. Merupakan hutan di daerah tropis yang menerima hujan sepanjang tahun. Jenis hutan ini selalu basah atau lembap karena selalu mendapat sinar matahari dan curah hujan yang tinggi. Luasnya hanya sekitar 6% namun mampu memproduksi 40% oksigen di bumi. Hutan ini juga memiliki lebih dari setengah spesies hewan dan tumbuhan di bumi. Hutan hujan tropis di kalimantan memiliki biodiversitas yang sangat banyak dan yang paling kaya di dunia, yakni memiliki 3.000 spesies pohon dan 2.000 spesies anggrek.

Hutan hujan tropis

  • -->Daerah hutan musim hanya dihuni oleh satu jenis tumbuhan (homogen) dan daun gugur (meranggas) di musim kemarau di Jawa Barat hingga Jawa Timur.


Hutan Cemara

-->Daerah Sabana banyak ditemukannya rumput yang diselingi semak-semak atau rumpun pohon rendah. Terdapat di Madura dan dataran tinggi Gayo (Nanggro Aceh Darussalam)

Sabana

-->Daerah Padang Rumput (Steva)
--> banyak ditemukan di pulau Sumba, Sumbawa, Flores dan Timor. Memiliki padang rumput yang luas, musim kemarau yang panjang.


Padang Rumput


Berikut ini tabel karakteristik flora di Indonesia.





















Untuk materi selanjutnya, silahkan klik di sini

Wednesday, August 7, 2019

KEANEKARAGAMAN HAYATI PART 1


A. Apa itu Keanekaaragaman Hayati?

Keanekaragaman hayati dikenal juga dengan istilah Biodiversitas yang dapat diartikan sebagai keanekaragaman organisme di wilayah tertentu atau di seluruh permukaan bumi. Keanekaragaman hayati adalah suatu keberagaman makhluk hidup yang dilihat dari ciri-ciri yang dapat diketahui melalui suatu observasi/pengamatan.

B. Apa saja tingkat Keanekaragaman Hayati?

Secara umum, keanekaragaman hayati dibagi menjadi 3:

1. Tingkat Gen

Keanekaragaman tingkat genetik terjadi karena adanya keanekaragaman susunan gen. Jadi, perangkat gen itulah yang menentukan ciri dan sifat yang dimiliki oleh suatu individu. Contohnya? Ya perbedaan tipe rambut pada manusia. Adanya orang yang berambut keriting, lurus, ikal, itu terjadi karena adanya keanekaragaman tingkat genetik.

(sumber: Ruang Guru, 2019)
Salah satu contoh lainnya ada pada bunga mawar. Meski sama-sama bunga mawar dan mempunyai nama spesies Rosa hybrid, tetapi warna mahkota pada bunga mawar bisa memiliki perbedaan warna. Hal ini karena susunan gen penyusun bunga mawar yang satu dengan bunga mawar yang lain berbeda.


2. Tingkat Individu/spesies

Berbeda dengan keanekaragaman tingkat genetik, keanekaragaman tingkat individu/spesies ini menunjukkan adanya jumlah dan variasi dari jenis-jenis organisme. 
Keanekaragaman spesies biasanya dijumpai pada suatu tempat yang dihuni kumpulan makhluk hidup dari berbagai spesies (komunitas). Contoh : di halaman sekolah dijumpai rumput, pohon mangga, pohon jeruk, bunga melati, burung gereja, semut, kodok, kupu-kupu.


Contoh lain dari keanekaragaman individu/spesies ini ada pada Arecaceae atau palem-paleman. Kalau kita perhatikan secara sekilas, bentuk fisik tanaman ini mirip. Namun, semuanya merupakan jenis/individu yang berbeda. Pohon aren mempunyai nama latin Arenga pinnata dan Pinang yang nama latinnya Areca catechu.

3. Tingkat Ekosistem

Di atas keanekaragaman tingkat genetik dan individu, ada keanekaragaman tingkat ekosistem. Ini artinya, setiap ekosistem mempunyai keunikan dan ciri khasnya sendiri-sendiri. Adanya keanekaragaman tingkat ekosistem ini ditunjukkan dengan adanya perbedaan faktor abiotik dan biotik dalam ekosistem tersebut.



dari tiap-tiap ekosistem di atas, semuanya memiliki perbedaan baik jenis tanaman yang hidup di sana, hewan-hewan, serta lingkungan yang saling memengaruhi.

untuk materi selanjutnya, silahkan klik di sini

KEANEKARAGAMAN HAYATI



Dalam Bab tantang Keanekaragaman Hayati kamu akan mempelajari:

A. Apa itu Keanekaaragaman Hayati?

B. Apa saja tingkat Keanekaragaman Hayati?

C. Bagaimana Keanekaragaman hayati di Indonesia?

D. Bagaimana Keunikan Hutan Hujan Tropis?

E. Apa saja Manfaat Keanekaragaman Hayati?

F. Apa saja ancaman dan bagaimana Usaha Pelestarian Keanekaragaman Hayati?

Tuesday, August 6, 2019

KISI-KISI SOAL RUANG LINGKUP BIOLOGI

kisi-kisi soal kuis harian Ruang Lingkup Biologi

Silahkan tuliskan komentar di bawah ini untuk menjawab soal berikut!

Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam metode ilmiah
1.      Rumusan masalah
2.      Eksperimen
3.      Analisis data
4.      Observasi
5.      Publikasi
6.      Merumuskan hipotesis

Urutan yang benar adalah...

a. 1-4-6-2-3-5
b. 1-2-3-4-5-6
c. 1-4-6-5-3-2
d. 1-4-6-3-2-5
e. 1-4-2-6-3-5


Berikut ini adalah tabel hasil panen kacang tanah dari hasil penelitian;
Hasil Panen Kacang Tanah (Kg)
Petak 1
(tidak diberi pupuk)
Petak 2
(diberi pupuk NPK)
Petak 3
(diberi pupuk kandang)
20 kg
42 kg
38 kg

Dari hasil panen tersebut kesimpulan yang tidak benar adalah...
a.Pemberianpup meningkatkan hasil panen
b.Warna biji kacang pada tanaman        dipengaruhi  oleh pemberian pupuk
c.Pemberi pupuk NPK memberikan hasil panen yang lebih banyak dari pada pupuk kandang
d.Penggunaan pupuk kandang memberikan hasilpanen yang lebih banyak dari pada yang tidak memberikan pupuk
e.Untukmeningkatkan hasil panen perlu dilakukan pemupukan

Satu materi lagi terkait dengan variabel pada penelitian, pada penelitian (eksperimen) ada dua buah varibale penelitian. 1) variabel bebas yakni variabel yang dapat diubah-ubah. 2)variabel terikat merupakan efek dari variabel bebas.

Tuesday, July 30, 2019

RUANG LINGKUP BIOLOGI PART 2


Apa saja Manfaat Biologi dalam Berbagai Bidang Kehidupan Manusia?

Pada dasarnya, dalam setiap ilmu yang kita pelajari pasti memberikan manfaat dalam kehidupan kita. Biologi memberikan manfaat dalam berbagai bidang di kehidupan kita, mulai dari bidang pertanian, kedokteran dan industri.

1. Pertanian
Biologi sangat bermanfaat dalam bidang pertanian karena dapat digunakan untuk menghasilkan bibit unggul yang nantinya akan dibudidayakan dan diproduksi.

2. Peternakan
Pada bidang peternakan, Biologi digunakan untuk memproduksi bibit unggul dengan hibridisasi untuk hewan ternak. Hibridisasi sendiri adalah suatu teknik yang digunakan untuk memperoleh organisme baru yang unggul dengan cara mengawinkan dua organisme berbeda varietas. Organisasi tersebut memiliki sifat-sifat yang unggul. Selain pada hewan, hibridisasi juga dapat dilakukan pada tanaman.

3. Perikanan
Manfaat Biologi dalam bidang perikanan adalah untuk pelestarian sumber daya laut. Dalam hal ini, Ekologi digunakan untuk menemukan tempat pembudidayaan ikan yang tepat agar diperoleh kualitas hasil tangkapan ikan yang baik. Kamu tahu nggak sih kalau sebagian besar protein hewani yang kita konsumsi itu bersumber dari ikan? Hayo, siapa nih yang masih nggak suka makan ikan?

4. Kedokteran
Di bidang kedokteran, ilmu Biologi digunakan untuk proses transplantasi organ manusia. Tujuannya adalah untuk mengganti organ yang rusak dengan organ yang masih berfungsi dengan baik. Selain itu, Biologi juga bermanfaat untuk proses bayi tabung. Tentunya, hal ini akan sangat membantu bagi para ibu yang sulit untuk mendapatkan keturunan.

5. Farmasi (obat-obatan)
Manfaat Biologi di bidang ini adalah untuk membantu proses pembuatan obat, vaksin, antibiotik yang berguna untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

6. Lingkungan
Di bidang ini, Biologi sangat bermanfaat untuk memberi pemahaman kepada kita akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar.

7. Bioteknologi
Manfaat Biologi dalam bidang ini adalah untuk membantu proses rekayasa genetika dan kultur jaringan. Pada rekayasa genetika akan dilakukan proses modifikasi atau manipulasi gen untuk menghasilkan organisme baru yang lebih unggul dari organisme sebelumnya. Sedangkan, pada kultur jaringan akan dilakukan pengisolasian (pemisahan) bagian dari suatu tanaman, bisa berupa sekelompok sel atau jaringan ke tempat yang bebas dari penyakit. Sehingga, bagian tanaman tersebut dapat tumbuh dan memperbanyak diri.

8. Industri
Pada bidang industri, ilmu Biologi banyak sekali digunakan terutama dalam bidang industri makanan dan obat. Pada industri makanan, Biologi digunakan dalam pemanfaatan bakteri baik untuk menghasilkan makanan fermentasi agar tubuh lebih mudah menyerap nutrisi, seperti roti, yoghurt, nata de coco, dan masih banyak lagi. Sedangkan pada industri obat, Biologi digunakan dalam pemanfaatan virus yang nantinya akan diolah menjadi vaksin dan antibiotik untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh bakteri.

Bagaimana Keamanan dan Keselamatan Kerja di Laboratorium Biologi?

Untuk menciptakan suasana yang aman dan selamat selama berada di laboratorium, langkah yang tepat adalah dengan menghindari kecelakaan yang mungkin terjadi  di laboratorium dan memahami aturan kerja di laboratorium.

1. Kecelakaan di Laboratorium
Kecelakaan dapat terjadi saat melakukan kegiatan praktikum. hal ini sering disebabkan karena pecahnya alat-alat, tumpahnya bahan-bahan kimia, keracunan zat atau benda tertentu dan kebakaran. Gambar di bawah ini merupakan gambar yang tertera pada wadah atau botol kimia.


(Ruang Guru, 2019)

2. Aturan Kerja di Laboratorium

a. Peringatan Umum

  1. Baca petunjuk suau percobaan sebelum memulai kegiatan.
  2. Dilarang melakukan tindakan yang tidak diizinkan guru
  3. Dilarang makan dan minum
  4. Membawa modul dan buku catatan untuk praktikum.
  5. Tidak bermain-main di laboratorium.
b. Aturan Berpakaian
  1. Gunakan jas laboratorium utamakan yang berlengan panjang, menggunakan sepatu yang tertutup.
  2. untuk melindungi kecelakaan yang mengenai mata gunakan kacamata.
  3. ikat rambut panjang untuk menghindari bahan-bahan kimia
  4. lepaskan perhiasan yang mudah jatuh dan mengenai bahan kimia, api atau peralatan lain.
c. Keselamatan Perlatan
Gunakan peralatan sesuai dengan kegiatan yang dilakukan, dan pastikan semuanya lengkap sesuai dengan modul praktikum. Dilarang menggunakan sumber panas, seperti alat pembakar, pelat panas tanpa perintah guru. patikan kamu mengetahui bagaimana cara memperbesar atau menyalakan nyala api, jangan memanaskan cairan dalam wadah tertutup. Baca dan cermati label-label yang tertera pada tiap bahan kimia yang digunakan.

d. Penggunaan Perlatan yang Tajam
  1. Gunakan alat bedah atau benda tajam dengan sangat hati-hati
  2. segera beritahu guru apabila anda terluka saat bekerja di laboratorium
e. Keselamatan Kerja dalam menggunakan Spesimen Hewan atau Tumbuhan
  1. jangan melakukan percobaan yang membuat sakit, tidak nyaman, berbahaya terhadap hewan yang dijadikan bahan percobaan.
  2. Gunakan hewan yang benar-benar dibutuhkan untuk keperluan praktikum.
  3. Jika anda mengetahui alergi terhadap sesuatu (debu, dingin, jamur, tumbuhan atau hewan tertentu) beritahu guru anda dan siapkan antisipasinya.
  4. cuci tangan anda secara menyeluruh ketika anda telah selesai melaksanakan kegiatan yang melibatkan hewan, tumbuhan dan tanah
f. Aturan setelah melakukan kegiatan Percobaan
  1. Setelah percobaan selesai, bersihkan tempat kerja dan kembalikan semua peralatan ke tempat semula
  2. buag sisa-sisa bahan sesuai yang diperintahkan guru
  3. selalu matikan alat pembakar atau pelat pemanas jika tidak digunakan lagi.

Untuk melihat kisi-kisi kuis harian Ruang Lingkup Biologi silahkan klik di sini

Monday, July 29, 2019

RUANG LINGKUP BIOLOGI PART 1


Apa itu Biologi?

Biologi terdiri dari kata bios (hidup) dan logos (pengetahuan). Berdasarkan asal katanya, biologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mengkaji dan mempelajari tentang mahkluk hidup. Jadi kira-kira, dengan mempelajari biologi, kamu akan banyak mengetahui tentang kehidupan mahkluk hidup, termasuk unsur-unsur pembentuknya.

Bagaimana Metode Belajar Biologi?

Sebagai sains, untuk mempelajari biologi tentunya memerlukan suatu metode disebut dengan metode ilmiah. Metode ilmiah merupakan langkah-langkah tertentu yang bisa kita lakukan untuk memecahkan masalah ilmiah tersebut.Perlu kamu ketahui bahwa langkah-langkah ini harus dikerjakan secara teratur atau berurutan. Terdapat lima langkah dasar dalam penulisan metode ilmiah yakni

1. Perumusan masalah
Langkah yang pertama adalah perumusan masalah. Dalam membuat rumusan masalah, kita akan menyusun persoalan yang kita temui. Caranya, harus dengan menggunakan pertanyaan berupa 5W+1H. Misalnya, kamu ingin melakukan penelitian Biologi yang berjudul, “Pengaruh Cahaya Matahari terhadap Pertumbuhan Kecambah”. Maka, rumusan masalah yang bisa kamu tulis adalah :

Apakah cahaya matahari dapat mempengaruhi pertumbuhan kecambah? 
Mengapa cahaya matahari dapat mempengaruhi pertumbuhan kecambah?
Bagaimana cahaya matahari dapat mempengaruhi pertumbuhan kecambah?

Nantinya, dari rumusan masalah ini kita akan memperoleh tujuan dari penelitian yang mau kita lakukan. Berdasarkan contoh penelitian di atas, tujuan penelitiannya adalah untuk mengetahui pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan panjang batang kecambah.

2. Observasi
Setelah melakukan perumusan masalah, langkah berikutnya adalah observasi. Di sini, akan dilakukan proses pengumpulan data, baik itu data-data baru atau data-data yang sudah ada pada penelitian sebelumnya. Tapi ingat, data-data tersebut harus berhubungan dengan penelitian yang mau kita lakukan. Kemudian, kita akan melakukan pengamatan pada objek penelitian, sehingga terbentuk suatu dasar teori.

3. Hipotesis
Pada langkah ketiga, setelah dilakukan observasi dan diperoleh data, kita akan membuat dugaan sementara dari masalah tersebut. Dugaan sementara ini yang disebut dengan hipotesis. Nah, karena kita ingin mengetahui pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan kecambah, maka dugaan sementara (hipotesis) yang dapat kita buat adalah "Cahaya matahari mempengaruhi pertumbuhan kecambah".

4. Eksperimen
Langkah berikutnya adalah kita akan melakukan eksperimen untuk menguji hipotesis yang telah kita buat sebelumnya. Caranya, kita bisa melakukan percobaan yang dapat dilakukan di laboratorium atau di luar laboratorium.

5. Penarikan kesimpulan
Langkah yang terakhir adalah penarikan kesimpulan. Kesimpulan ini merupakan jawaban akhir dari hasil observasi maupun eksperimen yang telah kita lakukan. Tujuannya adalah untuk membuktikan kebenaran hipotesis. Apakah hipotesis yang kita gunakan itu benar atau salah.

Apa saja Cabang Ilmu Biologi?

  1. Genetika Pada cabang ilmu biologi ini, kamu akan mempelajari tentang gen, materi genetik (DNA dan RNA), dan pewarisan sifat dari induk kepada keturunannya serta persilangan gen
  2. Sitologi Merupakan cabang ilmu yang mempelajari tentang sel. 
  3. Histologi Merupakan cabang ilmu yang mempelajari tentang jaringan. 
  4. Anatomi Merupakan cabang ilmu yang mempelajari tentang struktur tubuh dalam dari makhluk hidup. 
  5. Morfologi Merupakan cabang ilmu yang mempelajari tentang struktur tubuh luar dari makhluk hidup. 
  6. Fisiologi Mempelajari tentang fungsi tubuh baik secara anatomi maupun morfologi. 
  7. Ekologi Mempelajari tentang interaksi yang terjadi antara makhluk hidup dengan lingkungannya maupun interaksi antar sesama makhluk hidup di muka bumi. 
  8. Taksonomi Mempelajari tentang pengklasifikasian atau penggolongan makhluk hidup. 
  9. Evolusi Membahas tentang perubahan makhluk hidup dari generasi ke generasi. 
  10. Mikrobiologi Membahas tentang mempelajari tentang mikroorganisme, seperti bakteri, protozoa, fungi, alga mikroskopik, dan archaea. 
  11. Zoologi Membahas tentang klasifikasi serta perilaku hewan. 
  12. Botani Membahas tentang tumbuhan meliputi jenis, struktur, persebaran, dan klasifikasinya. 
  13. Virologi Membahas tentang virus meliputi struktur, reproduksi, dan peranannya. 
  14. Bakteriologi Membahas tentang bakteri. 
  15. Mikologi Membahas tentang jamur meliputi struktur, reproduksi, serta peranannya. 
  16. Ornitologi Membahas tentang burung. 
  17. Entomologi Membahas tentang serangga. 
  18. Mamologi Membahas tentang mamalia.

Ruang Lingkup Apa saja yang dipelajari dalam Biologi?

Ruang lingkup obyek Biologi juga bisa ditinjau berdasarkan tingkat organisasi kehidupan. yang terdiri dari sel - jaringan - organ - sistem organ - organisme (Individu) - populasi - komunitas -ekosistem - bioma - biosfer.
(sumber : Blog Ruang Guru, 2019)
(sumber : Blog Ruang Guru, 2019)


untuk materi selanjutnya, silahkan klik di sini



Materi Pelajaran Biologi SMA Semester 1 dan 2 Kelas X

(blog.ruangguru.com, 2019)
Biologi memiliki karakteristik khusus, yang berbeda dengan ilmu lainnya dalam hal objek, persoalan, dan metodenya (Depdiknas, 2002). Mata pelajaran Biologi di SMA dikembangkan melalui kemampuan berpikir analitis, induktif, dan deduktif untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan peristiwa alam sekitar. Penyelesaian masalah yang bersifat kualitatif dan kuantitatif dilakukan dengan menggunakan pemahaman dalam bidang matematika, fisika, kimia dan pengetahuan pendukung lainnya. 

Khusus untuk Biologi di kelas X SMA, materi yang akan kalian pelajari meliputi: 
  1. Ruang Lingkup Biologi (semester 1) 
  2. Keanekaragaman Hayati (semester 1) 
  3. Klasifikasi Makhluk Hidup (semester 1) 
  4. Virus (semester 1) 
  5. Kingdom Monera (semester 1) 
  6. Kingdom Protista (semester 1) 
  7. Jamur (Fungi) (semester 1) 
  8. Plantae (Semester 2) 
  9. Animalia (Semester 2) 
  10. Ekologi (Semester 2) 
  11. Perubahan Lingkungan, Limbah dan Daur Ulang (Semester 2)

KINGDOM FUNGI

Berikut ini disajikan bahan belajar dalam bentuk materi power point (Ppt.) dari kingdom fungi yang dalam kehidupan kita sering disebut sebag...